12 Ketidaksengajaan yang Merusak Konsep Diri Anak
oleh Admin Rabu, 30 Desember 2015 Anak Remaja Tantangan dan Jawabannya
12 Ketidaksengajaan yang Merusak Konsep Diri Anak

Parenting tidak melulu bicara tentang anak, yang lebih penting juga adalah orangtua sebagai pihak yang paling berperan dalam pembentukan karakter generasi harapan masa depan.

Menyadari hal ini perlu hendaknya setiap orangtua mengupdate pengetahuan tentang pengasuhan sekaligus mengupgrade ketrampilan dalam pendidikan putra/putri kesayangan.

AlhamduliLlah program #InspirasiKeluarga sudah mengudara selama 6 tahun lamanya. Tadi malam adalah malam terakhir di 2015 semoga di tahun ke tujuhnya (pekan depan) makin banyak orangtua yang mendapatkan manfaat dari siaran ini.

Apa yang dibahas tadi malam?
Diawali dengan kenyataan banyaknya kejadian dalam rangkaian perayaan di malam pergantian tahun baru yang menjerumuskan remaja ke dalam jurang kenistaan menjadi pengingat betapa mereka rentan terhadap bisikan menyesatkan.
Lalu dijelaskan apa saja faktor yang menyebabkan anak rentan terperosok dalam pergaulan yang merusak masa depan mereka. Salah satunya adalah tidak adanya konsep diri.

Berita buruknya adalah bahwa konsep diri anak tidak terbentuk atau lebih tepatnya gagal terbentuk karena dirusak oleh perlakuan orang tua mereka sendiri.
Ada 12 perilaku yang seringkali dilakukan tanpa disadari oleh orang tua yang harus dihindari bila ingin anak memiliki konsep diri yang kuat.
1. Kritikan yang berlebihan. 
2. Proteksi yang bersangatan.
3. Pengabaian terhadap anak.
4. Orangtua perfeksionis.
5. Kontrol yang berlebihan.
6. Memasukkan anak ke sekolah/pendidikan formil terlalu dini.
7. Membandingkan anak dengan anak lain.
8. Gagal memberikan apresiasi atas pencapaian anak.
9. Gagal menunjukkan simpati atas ketidakberhasilan anak.
10. Mencintai anak dengan syarat tertentu.
11. Gagal memberi contoh pada anak.
12. Lemahnya bonding sejak dini.

Lalu...
Apa yang Harus Dilakukan?
Membentuk konsep diri anak bukanlah pekerjaan yang bisa dikebut dalam satu atau dua hari, tidak pula satu atau dua minggu.
Butuh komitmen dan konsistensi dalam waktu yang cukup panjang. Dari menit ke menit latih dan lakukanlah hal-hal berikut ini:
* Katakan, tunjukkan, dan ekspresikan bahwa kita mencintai anak-anak tulua tanpa syarat. Kita mencintai mereka apa adanya bukan karena ada apanya.
* Katakan, tunjukkan, dan ekspresikan bahwasanya mereka sangat bernilai. 
* Katakan, tunjukkan, dan beri ruang pada mereka menjadi pribadi yang bisa berfikir. Apresiasi ide yang mereka miliki, tanggapi pendapat yang mereka ungkapkan, minta pandangan yang mereka rasakan.
* Katakan, tunjukkan, ajarkan, dan beri ruang untuk mereka membuktikan kemampuan mereka mengontrol diri.
* Katakan, tunjukkan, arahkan, dan beri ruang untuk mereka mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihan mereka.

Dear Parents...
Mari lakukan satu persatu dari langkah-langkah di atas sambil terus menjaga tatapan mata kita, sentuhan fisik kita, dan kebersamaan kita bersama mereka tetap dalam ekspresi cinta dan kasih sayang.

Selamat berlatih.
Yuk Keep Learning...

Salam #Inspirasi

_____________________________________________
Konsultasi bersama Coach Hasbi?
Email: hasbiparenting@gmail.com
Call/WA: 081374614730