Anak Saya Masih Ngompol
oleh Admin Selasa, 19 November 2019 Tips Mendidik Anak
Anak Saya Masih Ngompol

Ada banyak kejutan bagi orangtua saat mengasuh, mendidik, dan membesarkan anak-anak mereka. Tak sedikit yang kemudian menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar, namun ada pula yang menjadikannya sebagai keluhan bahkan kemudian menjadi beban walaupun ada yang menyimpannya dalam-dalam.

Sebagai seorang ayah sekaligus seorang konsultan keluarga ada beberapa kasus yang menarik - sebagian besarnya sudah dishare dalam bentuk artikel di blog ini sebagian lainnya dishare di kelas-kelas parenting yang saya bawakan. Kali ini saya akan menshare satu kasus yang sudah terbukti berhasil menyelamatkan banyak orangtua dan tentu anaknya.
Selama ini tips dalam artikel yang sedang teman-teman baca sekarang saya share di kelas saja, namun karena masih ada yang bertanya lewat sosial media ataupun whatsapp messanger, maka ada baiknya saya buatkan satu tulisan tersendiri.

ANAK SAYA SUDAH BESAR DAN MASIH NGOMPOL, bagaimana cara mengatasinya..?
Inilah pertanyaan besar yang akan kita jawab lewat artikel ini.
Baik di sesi konsultasi di ruang therapy ataupun lewat media online, saya akan ajukan pertanyaan dan secara umum jawaban orangtua akan sama.

Pertanyaan itu menyangkut bagaimana orangtua dan orang² di sekitar anak (kakak, adik, om, tante, kakek, nenek, siapapun di dekat anak) bersikap terhadap perilaku ngompol anak tersebut. Dari sini akan semakin terbuka bahwa perilaku ngompol tidak cukup diatasi dengan tidak minum sebelum tidur, ke kamar kecil dulu sebelum ke kamar tidur, ataupun minum obat²an tertentu.

Baiklah...
Buat orangtua yang saat ini menghadapi kondisi anak masih ngompol, silahkan jawab pertanyaan ini:
1. Ketika anak mau tidur apa saja yg ibu (atau orang² lain yg ada di sekitar anak) katakan ke anak?
2. Ketika anak tidur apa saja yang terbersit dalam fikiran ibu?
3. Ketika anak ibu ngompol apa saja yg ibu dan atau orang² lain katakan ke anak?

Besar kemungkinan jawabannya adalah:
1. Nak jangan ngompol lagi yaa...
2. Mudah²an anakku ga ngompol lagi...
3. Yaaa...ngompol lagi.

Betul begitu..?
Nah, kalau demikian hampir dipastikan orangtua ikut berperan dalam perilaku yang ditunjukkan oleh anak - dalam kasus ini ada peran orangtua yang membuat anak sampai besar pun masih mengompol.

Lalu bagaimana mengatasinya?
Sebagaimana di sesi konsultasi, akan ada pertanyaan lanjutan untuk keluar dari persoalan ini.

Pertanyaannya yang menjadi jalan keluarnya adalah:
"APA YANG BAPAK/IBU INGINKAN?"

Beberapa orangtua akan menjawab "Saya ingin anak saya tidak ngompol lagi."
Sepertinya jawaban ini menjawab pertanyaan, tapi saya akan kembali bertanya, "Apa yang bapak/ibu inginkan?"
Kenapa ditanyakan lagi? Karena jawaban "Saya ingin anak saya tidak ngompol lagi," adalah sesuatu yang tidak diinginkan.
Jadi, jawaban yang tepatnya apa..?
Ya sesuatu yang kita inginkan.
Apa itu?

Hayo...apa yang Bapak/Ibu inginkan?
(Kalau kita tahu kita mau kemana, maka arah manapun yang kita ambil tidak akan jadi masalah...
[Alice in the Wonderland])

img-1574126506.jpg

Maka...
Penting bagi orangtua benar-benar tahu apa yang diinginkan dari kondisi yang sedang dihadapi.

Biasanya kemudian saya memberikan alternatif jawaban.
"Saya ingin setiap anak saya terasa mau pipis, dia bangun dan dia pipis di toilet/kamar mandi."

Setelah mendapat persetujuan ini, maka selanjutnya adalah melatih dan mempraktekkan kalimat di atas.
Saat anak hendak tidur katakan ke anak, "Anak bunda yang baik, nanti kalau terasa mau pipis, kamu bangun dan pipis di kamar mandi ya nak."

Saat anak tertidur pulas, usap kepalanya lalu bisikkan kata-kata yang sama, "Nak, kalau kamu terasa mau pipis, kamu bangun lalu pipis di kamar mandi yaa..."
Sewaktu anak terjaga, insyaAllah dia bisa langsung ke kamar mandi untuk pipis. Apalagi kalau mereka berada di rumah sendiri.

Nah inilah best practice yang selama ini dilakukan oleh orangtua dan terbukti berhasil menghilangkan kebiasaan yang tidak diinginkan saat mereka tidur.
Dan satu hal yang harus dilatih juga adalah keyakinan bahwasanya anak-anak kita mampu dan bersedia melakukan kebaikan. Jadi orangtuanya harus benar-benar yakin sehingga kata-kata yang terucap di lisan juga dibenarkan oleh hati dan fikiran.

Semoga artikel ini dapatmenjadi jalan keluar buat teman-teman yang tengah menghadapi kondisi yang semisal.

Salam Inspirasi


Artikel Menarik Lainnya, silahkan baca:

http://hasbiparenting.com/anak-tak-bergerak-detail-29976