Belajar Mempercayai Anak
oleh Admin Kamis, 11 Juli 2019 Berdamai Dengan Anak
Belajar Mempercayai Anak


Salam...

Selepas menamatkan pendidikan menengah atas, saatnya orangtua disibukkan dengan persiapan memasuki pendidikan tinggi. Ada beragam dinamika saat menjelang memasuki perguruan tinggi ini. Beruntung Ayah & Bunda yang anaknya diterima memasuki perguruan tinggi favorit tanpa perlu test, buat yang belum kondisinya boleh jadi akan semakin menantang.

Mulai dari memilih tempat les, lalu menentukan jurusan dan perguruan tinggi yang hendak dituju. Seorang ibu di sebuah group parenting bertanya, "Masalahnya orang tuanya ingin anaknya masuk jurusan tertentu, karena bapaknya tamatan ini, sementara anaknya ingin kuliah di jurusan berbeda."

Ada banyak pertimbangan orangtua yang belum tentu sama dengan pertimbangan anaknya. Kami sendiri mendapatkan pelajaran yang berharga dari anak yang baru saja lulus di sebuah perguruan tinggi negeri.

Awalnya, kami sebagai orangtua sempat kecewa disaat teman-temannya sibuk dengan les tambahan di luar jam sekolah, dia justru tak mau ikut les atau bimbel ataupun semacam privat lainnya.
Tapi...
Dia malah menampar kami dengan kenyataan nilai UTBKnya lebih tinggi dari temannya yang mengikuti kelas tambahan-tambahan itu semua.

Untunglah kekecewaan di awal tidak berlanjut dengan pemaksaan yang sangat boleh jadi berujung pada kekecewaan yang lebih tragis - sebagaimana yang dialami beberapa orang client therapy.

Pelajaran yang didapat adalah orangtua belum tentu tahu persis kemampuan yang ada pada anaknya. Kekhawatiran dan pertimbangan orangtua sangat boleh jadi berlebihan bahkan kadang tidak berdasar.
Kenyamanan anak dan kemandirian untuk memilih sesuatu sangat menentuk motivasi dia dalam menyelesaikan tantangan yang ada di hadapannya. Dan kita sebagai orangtua sekali lagi perlu belajar untuk MEMPERCAYAI ANAK.

Salam Inspirasi