Berkorban
oleh Admin Jum'at, 12 Agustus 2016 Berdamai dengan Pasangan
Berkorban

Jangan Pernah Berkorban untuk Pasangan

Mendapatkan banyak kesempatan belajar dari client yang datang berkonsultasi tentang keharmonisan keluarga di rumah makin menyadarkan diri betapa persepsi yang salah dari satu perbuatan menggiring pada salahnya perasaan.

Beberapa pasangan yang datang menyatakan hal yang kurang lebih sama yaitu bahwa mereka menjadi korban. "Saya sudah melakukan ini dan itu, saya sudah berkorban banyak hal," inilah kalimat-kalimat yang terucap sambil berurai air mata kesedihan.

Hmm...
Setelah digali lebih dalam lagi barulah mereka menyadari bahwa ternyata selama ini apa yang mereka katakan berkorban itu sebenarnya adalah melakukan apa yang nemang sudah seharusnya dilakukan. 
Justru ketika mereka merasa telah berkorban itulah yang menggiring mereka mengambil kesimpulan bahwa diri mereka adalah korban. Ditambah lagi ketika mereka 'menuntut' balasan atas apa yang sudah mereka lakukan perasaan menjadi korban semakin dirasakan.

Duhai Pasangan yang Rindu Keharmonisan...
Janganlah katakan berkorban ketika hendak membahagiakan pasangan. Mari beri persembahan terbaik untuk seseorang yang sudah kita pilih untuk dijadikan teman dalam pelayaran hidup di atas bahtera rumah tangga. Bila ada ketidaksesuaian dengan harapan, jangan-jangan karena kurangnya pemahaman ataupun sumbingnya persembahan yang kita serahkan.

Apa yang kita semai itulah yang nantinya kita tuai. Ketika menuntut pemahaman dari pasangan, sesungguhnya kita juga menanamkan keinginan menuntut pemahaman pula dari dia. Maka, semailah pemahaman seutuhnya dalam hati tentu buah lezat pemahaman pulalah yang kan kita petik nanti.

Selamat berlatih...
Salam #Inspirasi

*) Sila hubungi 081374614730 untuk konsultasi atau therapy keluarga.

Artikel lainnya dapat dibaca!
http://hasbiparenting.com/kunci-keharmonisan-detail-15729.html

Ikuti channel youtube kami di:
www.YouTube.com/HasbiParenting