Curhatan Seorang Ibu 2
oleh Admin Rabu, 14 September 2016 Tips Mendidik Anak
Curhatan Seorang Ibu 2

[Tulisan #2 dari 2]

Ayah/Bunda yang berbahagia...
Terima kasih masih terus membaca kelanjutan cerita kita yang ada di tulisan pertama. Kalau di artikel sebelumnya kita sudah mengetahui fenomena apa yang terjadi dengan anak – pemarah, mudah mengamuk, tidak dapat mengontrol emosi dan kecanduan game. Maka sekarang kita akan belajar bersama tentang jalan keluar yang perlu kita lakukan agar mendapatkan solusi terbaiknya.

Setelah panjang lebar bahkan ditambah tinggi jadilah volume permasalahan ibu begitu besar mengisi ruang yang ada dalam fikirannya. Tak heran bila kesedihan, kecemasan, dan ketakutan menghantui ibu tadi.

Saya mulakan menjawab keluhan ibu tadi dengan menceritakan pengalaman saya menangani kasus yang semisal. Seorang ayah yang memiliki usaha amatlah maju, memiliki anak yang mudah marah bahkan pernah mengamuk di sebuah kolam renang yang mengharuskan kolam renang itu langsung tutup di hari itu. Pada saat ia bercerita, sang ayah kelihatan bangga dengan perilaku anaknya.

Lalu kutanya ia, jadi apa masalah yang terjadi dengan anak bapak? Apakah soal dia mengamuk atau soal kebanggaan bapak yang tidak bisa diterima oleh orang banyak? Hmm, yang kedua mungkin sedikit mengejutkan mungkin. Ya...jangan sampai kita bangga pada perilaku anak yang sebenarnya kita cemaskan.

So, hal pertama yang harus kita sadari adalah bahwa apa yang terjadi pada anak kita adalah suatu persoalan yang harus diselesaikan bukan suatu permasalahan yang kita banggakan. Saat kita sadar ini adalah masalah yang harus diselesaikan maka ketika menemukan jawaban kita lebih siap untuk melaksanakannya.

Selanjutnya, lakukan tiga langkah penyelesaian setelah langkah pertama di atas. Tiga langkah tersebut adalah kenali kecenderungan faktor penggerak anak, kenali bahasa cinta anak, lalu sadari bahasa orang tua pada anak.

Kenali faktor penggerak anak –apakah ia tergerak dengan ancaman atau ia tergerak dengan iming-iming pemberian. Mengabaikan ini dapat menimbulkan salah pengasuhan yang berujung pada perilaku semakin jauh dari yang diharapkan.

Mengenali bahasa cinta anak  – apakah itu berupa sentuhan fisik, pemberian hadiah, waktu bersama, kata-kata afirmasi, atau pemberian peran. Mengenali bahasa cinta anak memudahkan menjinakkan dan mengarahkan anak. Silahkan baca artikel “Orang Tua Sadar Bahasa Anak Lengkap Rasakan Cinta”.

Menyadari bahasa orang tua menjadi kunci dalam pengasuhan. Rumusnya adalah sadar berbahasa kita bisa memilih kosa kata yang tepat dan ketika orang tua menggunakan kosa kata yang digunaka di rumah dan pola bahasa yang tepat perilaku anak lebih terarah.

Dear Ayah/Bunda...
Ketika semua usaha manusiawi telah kita upayakan akan lebih manjur lagi bilamana kita melibatkan Pemilik Alam Semesta di setiap upaya kita tersebut. Karena Dialah Sang Pembolak-balik hati, dan hanya kepada Dia jualah kita berserah diri.

Dengan semangat memperbaiki diri dan mencari solusi, si ibu berjanji untuk menjalani langkah-langkah yang barusan kita bicarakan.

Selamat berlatih...

Salam #Inspirasi
Coach Hasbi

Artikel Terkait:
http://hasbiparenting.com/curhatan-seorang-ibu-1-detail-6756.html
http://hasbiparenting.com/keluarga-sadar-berbahasa-anak-lengkap-rasakan-cinta-detail-6505.html

__________________________________________________________________
Ingin Undang Coach Hasbi jadi Pembicara dan Pelatih dalam Training?
Hubungi 0813 7461 4730