Harapan di Ujung Kenyataan
oleh Admin Senin, 04 Juli 2016 Berdamai dengan Pasangan
Harapan di Ujung Kenyataan

Mendapati bahwasanya nyata tak sama dengan harapan pernah berhasil hampir semua orang. Bagaimana menanggapi perbedaan antara harapan dan harapan tersebutlah yang menjadi pembeda antara orang sukses dari orang gagal. Ada yang merespons dengan belajar dari kegagalan tersebut, namun ada juga yang kemudian duduk terdiam, menerima sanggup menerima lalu mulai mencari-cari sumber kesalahan. Malangnya sebagian besar orang lebih mudah melihat sumber kesalahan pada orang lain dan menempatkan dirinya sebagai korban. Pada saat kita membahas kesalahan orang lain, pada saat membahas KESALAHAN kita sendiri terlihat NYATA.

Ketidak sanggupan melihat diri Anda sebagai penentu keberhasilan dalam setiap langkah usaha yang dilakukan akan semakin memperburuk keadaan. Anda yang terpuruk terus menerus tertancap, Anda yang terpantir terus terus di belakang. Karena itu perlu langkah-langkah baru, cara pandang baru, kesadaran yang mendorong, tantangan menantang dan segera memproklamirkan diri sebagai SUBJEK dari segala tindakan yang pernah dilakukan.

Dalam hal pengasuhan, sangat sering orang tua memang sudah melakukan banyak hal, namun memikirkan tak sama dengan harapan. Pada saat diminta memerlukan melihat lagi, meminta lebih jujur ​​lagi apa yang telah dilakukan agar sesuai dengan harapan. Sebagai contoh, kompilasi tantangan remaja yang makin hari makin mencemaskan harus diawali dengan kesadaran bahwa ayah-bundanyalah yang menentukan keberhasilan dalam pengasuhan. Boleh jadi orang tua harus menitipkan pendidikan mereka di sekolah. Tetap saja pilihan sekolah, komunikasi dengan guru-guru pendidik, dan pengetahuan tentang teman pergaulan remaja menuntut kepekaan orang tua untuk terus memantaunya dan memberikan perhatian yang lalu terlibat aktif dalam mendukung mereka agar terus bergerak dalam perlindungan.

Bila mau melahirkan anak sunda meredia nyawa, ayah mau bertaruh nama, mari lakukan hal yang sama untuk tumbuh kembang mereka. Memberi perhatian pada anak menyetujui suatu pertanggungan, tetapi suatu kesenangan, bukan?

Hal ini dapat dilakukan saat terus menjaga kualitas cinta pada mereka. Beri cinta yang tak berkenan agar anak-anak senang kasih atas prestasi dan semangat belajarnya terus meningkat. Kemanakah mencari bahagia bila cinta tiada terasa? Duhai ayah bunda tak penting mengingat anak, yang lebih penting adalah membuat anak pantas dicintai.

Tak Penting Mencintai Anak, Yang Lebih Penting adalah Membuat Anak Merasa Dicintai.

Dengarkan mereka, karena mana mungkin kenakalan remaja dapat dicegah jika orang tua hanya memberi persetujuan dan titah itupun tak boleh dibantah. Jadikan mereka teman baru untuk bercengkrama di lapisan luar namun komunikasi dalam, perbincangan dari hati ke hati. Kenali mereka jauh lebih dalam, sehingga bisa menemukan alasan-alasan mereka tanpa harus bertanya mengapa.

Selanjutnya evaluasi kebiasaan orang tua, 'Adakah karier dibangun dengan cara yang anggun atau penuh intrik saling menjatuhkan? Adakah meningkat harta makin menguatkan cinta atau ekonomi keluarga meningkat melalui cara-cara tak terpuji? ' Dapatkan kembali cara orang mendapatkan rezeki. Bisa jadi anak anak muara dari cara orang tua bekerja.

Setelah itu bangunlah keharmonisan dengan pasangan. Anak menjadi rentan karena dia tahu siapa yang mau mendengarkan. Mengomunikasikan agar tak terbantahkan oleh kecemburuan, kecurigaan, dan saling membantah. Keterbukaan, kejujuran, dan saling memaafkan akan membuat keharmonisan tak perlu tampilan di lapisan luar.

Dan di atas itu semua terus perbaiki hubungan dengan Pemilik Alam Semesta, Dia yang Membolak-balikkan hati manusia. Sudahkah ibadah jadikan rumah kita indah? Sudahkah kitab suciNya menjadi bagian dari bacaan harian? Lakukanlah kegiatan spiritual secara bersama-sama dan lakukan komunikasi dengan Ilahi.

Mari menjadi orang tua yang terus belajar dari setiap tantangan yang kita dapatkan. Semakin hari mari semakin menyadari orang tualah yang bertanggung jawab atas anak-anak remaja agar tetap dengan terpelajar.

Mari teruskan dirimu, agar harapan keluarga bahagia tak hanya fantasi, tetapi kenyataan yang memang layak untuk diperjuangkan dan dikembalikan.

Kutipan dari Tweet @HasbiParenting:

Bila masalah keluarga tidak diselesaikn dengan segera & sulit, alamat bahaya timbulnya malapetaka. | #InsightFamily  

Kecemburuan dibalut dengan kecurigaan jadi awal kehancuran hubungan. Terbukalah, maafkan lalu mulailah perbaiki hubungan. # InsightFamily


Salam #Inspirasi
dari

Pelatih Hasbi

Artikel Terkait:
Hilangnya Keintiman Pasutri
http://hasbiparenting.com/hilangnya-keintiman-pasutri-detail-5660.html
Keharmonisan Suami Istri
http://hasbiparenting.com/keharmonisan-suami-istri-detail-5659.html

_______________________________________________________________________________
Ingin Undang Jadi Pembicara & Pelatih?
Hubungi 0813 7461 4730

Artikel lainnya dapat dibaca!

http://hasbiparenting.com/berkorban-detail-32255.html


Ikuti saluran youtube kami di:
www.YouTube.com/HasbiParenting