Keluarga Sadar Berbahasa Anak Lengkap Rasakan Cinta
oleh Admin Minggu, 21 Agustus 2016 Tips Mendidik Anak
Keluarga Sadar Berbahasa Anak Lengkap Rasakan Cinta

http://hasbiparenting.com/prinsip-menjadi-orang-tua-bijak-detail-5331Mari kita pasang niat untuk terus belajar lalu memperbaiki pola pengasuhan putra-putri generasi penerus bangsa ini. Salah satu keluhan yang sering saya dapatkan dalam banyak kesempatan menerima konsultasi orangtua adalah bahwa mereka merasa telah berbuat segalanya untuk ananda tercinta namun dibalas dengan perilaku yang membuat letih ayah/bunda. Semua pinta sudah diberi, namun larangan dilanggar juga. Semua keinginan dipenuhi, namun kelakuan tak kunjung menyenangkan hati. (Semoga ayah/bunda yang sedang membaca tak mengalaminya juga. Amiin.)

 

Baiklah apa yang terjadi...?

Kenapa bisa begini?

Inilah setidaknya pernyataan sekaligus pertanyaan yang dilemparkan seorang ibu dari luar kota ketika mengikuti sesi konsultasi di ruang therapy.

 

Dear Parents...

Ada beberapa hal yang seringkali kita lupakan dalam pengasuhan. (kitaa..? Loo aja kaliii :D ) 

Pertama, orangtua lupa bahwa anaknya adalah manusia juga. REMEMBER: Our child is someone NOT something. Dia punya ego, punya keinginan, punya pemikiran, punya kemauan sendiri, bahkan punya cara sendiri dalam menjalani hari-harinya.

 

Yup...silahkan diemut-emut dulu pernyataan di atas sambil berefleksi bagaimana ayah & bunda memperlakukan anak selama ini.

Hal pertama di atas bisa juga dikatakan orangtua sering memperlakukan anak sebagai OBJEK bukan Subjek.


Yang kedua...

Orangtua merasa pola pengasuhan terbaik adalah pola yang pernah mereka alami dan rasakan. Kalaulah bukan dengan cara yang pernah mereka alami, tak mungkin aku berhasil seperti ini.

Dan yang ketiga adalah kebalikannya...Orangtua merasa 'kecewa' dengan pola asuh yang pernah mereka alami, lalu mereka akan lakukan kebalikan dari yang pernah mereka dapatkan. 

 

Karena tak menyadari dengan setidaknya tiga hal diatas maka terbentuklah pola pengasuhan yang 'memaksakan' cinta pada anak.

Karena cinta, orangtua tak ingin anaknya main dengan mainan biasa.

Karena cinta, orangtua tak hendak menu makanan anaknya biasa-biasa saja.

Dsb, dst...

Karena cinta akhirnya anak menderita; ironis bukan..?

 

Sebagai family coach, cukup banyak list orangtua yang datang untuk keluar dari persoalan yang sedang mereka hadapai dan sebagian besarnya berputar di kekecewaan orangtua karena cintanya berbalas kecewa.

 

Seperti di akhir pekan yang lalu, dalam satu sesi konsultasi dan therapy bersama seorang ibu, kamipun sama-sama belajar betapa keinginan mengayomi anak bisa berujung pada ketidaknyamanan sang buah hati.

 

Kenapa bisa demikian..?

Ternyata masing-masing kita memiliki cara yang berbeda dalam merasakan cinta. Itulah yang disebut bahasa cinta. Bahasa cinta tiap-tiap anak pun belum tentu sama.

 

Lalu harus bagaimana?

Apa saja bahasa cinta itu..?

 

Ada lima bahasa cinta yang sebisanya kita eksplorasi kesemuanya sampai kita bisa mengamati mana yang dominan di antara kelima bahasa tersebut pada masing-masing anak kita.

 

Bahasa cinta pertama adalah SENTUHAN FISIK. Ada anak yang merasa begitu dicintai ketika ia dielus, diusap, ditepuk, dipeluk oleh orangtuanya. Ingat seiring waktu beberapa anak memilih tempat yang tepat untuk disentuh secara fisik.

Bahasa cinta kedua: Kata-kata yang Menguatkan. Kalimat-kalimat yang memotivasi, kata-kata afirmasi kebaikan, pujian tulus, dan pilihan kata yang tepat saat berbincang.

Bahasa cinta ketiga: quality time. Waktu yang berkualitas yang menguatkan ikatan orangtua dan anak, serta anak dengan saudara-saudaranya.

 

Penjelasannya bisa panjang bila ditambahkan contoh (semoga kita bisa belajar di kelas seminar ataupun pelatihan #parenting agar lebih dalam pembahasannya).

 

Bahasa cinta yang keempat adalah Pemberian Hadiah. Nah disini kita perlu berhati-hati agar hadiah yang diberi tak melebihi usia dan kebutuhan buah hati.

Bahasa cinta yang kelima adalah Pemberian Peran. Ada anak yang merasa dia begitu diperhatikan, begitu dicintai ketika ia ikut terlibat dalam satu aktifitas keluarga. Nah, bila ada anak yang ingin ambil bagian jangan buru-buru dicegah. Ajarkan dan tuntun ia lalu apresiasi serta akui usahanya tersebut.

 

 

Pertanyaannya sekarang...sesuai dengan topik kita:

Sudahkah kita menyadari kelima bahasa cinta ini?

Sudahkah kita dg sadar menggunakannya dlm keseharian?

 

Tak jarang kita menggunakan satu bahasa saja, contohnya pemberian hadiah, lalu lupa untuk menerapkan bahasa yang lain. Jangan heran kemudian seperti dalam tulisan pembuka: pinta sudah berlaku namun perilaku terus mengganggu. Kenapa? Karena orangtua lupa di samping memberi hadiah dia pun perlu melakukan sentuhan-sentuhan fisik, ataupun mengucapkan kalimat afirmasi, juga mengisi quality time bersama, dan tak lupa memberi anak peran sesuai usia dan kemampuannya.

 

So...
Mari temukan dan perhatikan bahasa cinta buah hati kita.
Selamat berlatih.

 

Salam #Inspirasi
Coach Hasbi

Untuk Artikel Selanjutnya, Silahkan Baca : http://hasbiparenting.com/prinsip-menjadi-orang-tua-bijak-detail-5331

________________________________________________________________________
Ingin arisan dan gathering lebih berkesan penuh pembelajaran?
Undang Coach Hasbi dengan menghubungi 0813 7461 4730 or email ke hasbiparenting@gmail.com