Ketika Bahaya Mengintai Ananda
oleh Admin Jum'at, 09 September 2016 Anak Remaja Tantangan dan Jawabannya
Ketika Bahaya Mengintai Ananda

Pemberitaan yang malu-malu tentang perawatan senior terhadap peserta didik baru di sekolah-sekolah membukakan mata kita tentang kesulitan rentannya anak-anak dari tindakan opresif dan rumit permisifnya sekolah yang mengakomodir kegiatan semisal . Dalam diskusi, sebagai seorang pemerhati pendidikan, ingin menerima terima kasih kepada mereka yang menerima bersuara atas persyaratan yang ada .  

Semoga lebih banyak orang tua dan pendidik yang sadar sedang tumbuh kembang anak-anak saat ini benar-benar dalam bahaya yang nyata ada di depan mata. Bukan berita, Bukan isu belaka. Tak sedikit peristiwa penyambutan siswa baru berakhir pada pelecehan, penistaan ​​nilai-nilai, bahkan berakhir dengan kematian namun tak semuanya tersentuh oleh berita dengan berbagai pertimbangan.

Sudah banyak ahli yang berbicara tentang apa yang harus dilakukan untuk melepaskan bahaya yang terus mengintai ini. Mulai dari kutukan telah terkikisnya moral, menerima k ontrol masyarakat, tak ada sangsi yang berat, dan lain sebagainya. Karena itu marilah para orang   tua dan pemerhati pendidikan, kita bisa melakukan dan harus dilakukan tetapi belum dimulakan yaitu kepedulian. Kita bisa berbahagia dengan adanya program dari para pembuat kebijakan dengan slogan 'Kota Ramah Anak', namun tetap saja semua berawal dari pengasuhan di rumah.

Kalaulah ingin mengawali langkah perbaikan, maka beri perhatian pada apa yang menjadi menu keseharian yang dihidangkan untuk jiwa mereka adalah sesuatu yang harus diperhatikan. Karena selama ini banyak yang hanya perlu menu untuk olah raga, namun lupa untuk menghukum asupan buat jiwa. Apa yang Anda baca, apa yang Anda dengar, apa yang Anda dengar dalam keseharian? Beberapa orang tua memberi nutrisi buat anak, jangan-jangan terlalu sibuk menjejali mereka dengan beban dan kesulitan orang tua sendiri. Yuk lebih peduli lagi dari hati ke hati.

Mari kita menjadi orang tua yang peduli keselamatan anak, peduli dengan tontonan anak, peduli dengan tontonan anak, peduli dengan nutrisi jiwa anak, peduli dengan permainan anak, dan peduli dengan tumbuh kembang mereka. Temukan anak dan kedekatan mereka pada orang tua menjadi bukti kepedulian ini. Karena itu orang tua berkomunikasi dengan hati si buah hati.

Untuk memenangkan kepedulian ini, keharmonisan dengan pasangan menjadi pondasi yang mengokohkan. Tidak mudah untuk keharmonisan, namun sulit untuk menunjukkan kepedulian dalam ketidakharmonisan ayah-bunda. Ingat selalu bahwa pasanganmu adalah ayah / ibu dari anak-anakmu.

Mari kita pertahankan untuk menambah wawasan tentang pertolongan, karena tanpa menambah ilmu yang bisa kita selesaikan. Baca buku, ikuti seminar, program simak di media, dibahas dan dibahas bersama pakar juga perlu dilakoni.

Sekali lagi ... semua berawal dari diri sendiri. Memperbaiki apa yang kita bahas, perbaiki apa sikap pada diri sendiri, perbaiki aktifitas sehari-hari, lalu memperbaiki hasil perbaikan dari hari ke hari, membuat jadilah gaya hidup yang lebih peduli

Saat kepedulian serentak dilakukan semua pihak - orang tua, sekolah, masyarakat, maka keterbukaan dapat diterima dan kewaspadaan jauh lebih berkelanjutan terus tidak perlu menunggu lama kompilasi menngintai anak-anak kita dengan mudahnya akan dibawa. Tak perlu larut carut-marut penyimpangan dalam pendidikan anak semakin hari semakin meningkat. Mari hentikan itu semua, mari mulai lebih serius lagi mengurusi anak dan remaja kita.

Salam #Inspirasi
dari

Pelatih Hasbi

Untuk artikel selanjutnya, Silahkan Baca: http://hasbiparenting.com/12-ketidaksengajaan-yang-merusak-konsep-diri-anak-detail-14743

___________________________________________________________
Undang Jadi Pembicara & Pelatih?
Hubungi 0813 7461 4730


Ikuti saluran youtube kami di:
www.YouTube.com/HasbiParenting