Kokohnya Bahtera Rumah Tangga
oleh Admin Selasa, 30 Agustus 2016 Berdamai dengan Pasangan
Kokohnya Bahtera Rumah Tangga

Merasa sudah kenal, menganggap sudah akrab, padahal baru lapis-lapis luar dari pasangan yang kita ketahui. Alih-alih menyelami lebih dalam lagi, justru tembok tebal keangkuhan kokoh berdiri. Halangi pasutri lebih mesra lagi, lalu hilanglah keintiman yang dicari.

Kurangnya mengenal pasangan secara emosional, intelektual, sosial, fisik, dan spiritual berujung pada kekecewaan. Mulailah saling menuntut lalu saling menyalahkan. Berkuranglah cinta kasih sayang dan pudarlah kepercayaan pada pasangan.

Kembali bendera ego diri dikibarkan menjadi tirai penghalang kebersamaan dan kepedulian. Tak tahulah mana yang lebih dominan ego diri masing-masing pasangan atau kekecewaan yang terus berdatangan. 

Percakapan masih dilakukan namun tak lebih sekedar pembicaraan formal dingin dan penuh basa-basi. Kata sayang tak lagi bikin hati terbang melayang justru berasa seperti penghinaan. Hubungan badan pun masih dilakukan namun kepuasaan dalam getaran kehangatan tak lagi dinikmati. Disinilah peluang terbukanya pintu perselingkuhan.

Getaran hati tak lagi dirasakan, semua berjalan dalam urusan sendirian. Kalau sudah begini apa yang harus dilakukan?

Fenomena hilangnya keintiman suami-istri disebabkan oleh kurangnya hubungan pasutri secara emosional, sosial, intelektual, fisik, dan spiritual.

Sikap sabar sering disalah artikan sebagai perilaku pasif  yang justru semakin memperparah keadaan. Padahal sabar adalah sikap aktif belajar sambil terus melakukan perbaikan dan merajut kembali keintiman yang hilang.

Langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan?
Pertama adalah Pengakuan dalam kesadaran bahwa ada suatu kesalahan dalam perjalanan arungkan bahtera di tengah samudera kehidupan. Perhatikan kebocoran galangan kapal, akui bila ada layar yang terkoyak, dayung yang retak, dan perlengkapan kapal lainnya yang harus diperbaharui ataupun diperbaiki.

Lalu lanjutkan dengan Meminta Maaf. Mari sejenak kita melakukan evaluasi diri, seberapa rindu kita pada kemesraan dalam tawa canda penuh keintiman. Bila ada kekesalan dalam diri, sampaikan apa yang diinginkan sambil menyadari bahwa diri tak lepas juga dari kesalahan. Memaafkan lebih utama setelah meminta maaf pada pasangan. Saling memaafkan, lalu mengambil pelajaran dari apa yang pernah dilalui bersama baik suka maupun duka.

Jujurlah pada diri sendiri bahwa ada kekurangan di sana-sini, ada yang perlu ditambal sulam, ada yang butuh tambahan perhatian. Kejujuranlah yang memerdekakan fikiran dari rasa bersalah, permintaan maaflah yang rapatkan kembali hubungan yang renggang.

Perbaiki diri dengan mengenali kembali pasangan kita secara emosional, intelektual, sosial, fisik, dan spiritual. Masuklah lebih dalam lagi ke dalam diri sang kekasih hati. Pada saat bersamaan, buka lah diri kembali mencari solusi, menyelami lebih menyeluruh lagi, lihat sisi-sisi lain dari pasangan.

Selanjutnya, buatlah Perencanaan Bersama, Sediakan waktu untuk dihabiskan bersama, lalu rutinlah Beribadah Bersama. Jalan kebahagiaan terhampar luas di depan mata, peluk pasangan anda lalu ucapkan betapa harapan anda tertumpu padanya. Betapa bahtera rumah tangga yang dilayari bersama kan menepi di pantai bahagia pulau kemakmuran kesejahteraan.

Attitude of Gratitude menjadi kunci penutup agar dapatkan kembali keintiman suami-istri. Bersyukurlah berterima kasihlah.

Selamat meneruskan pelayaran. Bon Voyage…!

Salam #Inspirasi
dari

Coach Hasbi

Quote dari akun twitter @HasbiParenting

Perbanyaklah melihat kelebihan yg dimiliki pasangan agar rasa sayang makin berkembang. #InsightFamily by @HasbiParenting

Dlm rumah tangga masing² kita miliki power yg sama, & the greatest power should be the power of love. #SelfReminder


____________________________________________________________________________
Undang jadi Pembicara Seminar atau Trainer buat Pelatihan?
Hubungi 0813 7461 4730


Ikuti channel youtube kami di:
www.YouTube.com/HasbiParenting