Langkah Praktis Jadikan Anak Mandiri
oleh Admin Kamis, 07 Juli 2016 Seputar Memberi Makan Anak
Langkah Praktis Jadikan Anak Mandiri

“We may not be able to prepare the future for our children, but we can at least prepare our children for the future.”
Franklin D. Roosevelt

Sebuah keluarga mengeluhkan anaknya yang masih bergantung pada kedua orang tuanya, bahkan ketika anak mereka sudah menginjak bangku kuliah. Alih-alih bisa menyiapkan kebutuhannya sendiri, untuk merapikan kamarpun masih perlu diingatkan dan bahkan dibantu.
Hampir semua orang tua menginginkan memiliki anak yang mandiri. Mandiri yang bisa diartikan sebagai kemampuan untuk survive, memenuhi kebutuhan sendiri. Namun betapa banyak perilaku orang tua yang justru membuat anak-anak mereka makin tak bisa lepas dari mereka. Maka bila memang ingin menjadikan anak mandiri harus menguasai langkah-langkah yang harus diambil agar bisa melepaskan diri dari kecemasan sana sini.

Beberapa langkah menjadikan anak mandiri berikut ini memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Langkah pertama menjadi dasar untuk langkah kedua, langkah kedua menjadi prasyarat untuk langkah ketiga, karena itu perlu sedikit waktu untuk latihan agar masing-masing langkah memiliki kesiapan untuk dilanjutkan ke langkah berikutnya. Berapa lama?  Tergantung seberapa intensive orang tua dan memperhatikan apa yang mereka tengah lakukan.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh orang tua adalah menyadari apa yang dia inginkan. Bila orang tua tak tahu apa yang ia mau bagaimana mungkin anakpun mengerti apa yang harus dilakukan. Dengan langkah pertama ini, menyadarkan orang tua bahwa mereka mengajak anak kepada suatu tujuan yang jelas. Sehingga orang tua bisaterhidar dari memberi perintah anak untuk melakukan sesuatu tapi lebih pada mengajak anak melakukan sesuatu.

Langkah kedua yang harus dilakukan oleh orang tua adalah memberi contoh. Bila kita mengajak tentu kita perlu memberi contoh artinya orang tua dululah yang melakukan apa yang diinginkan dari anak. Bila orang tua menginginkan anaknya mampu merapikan kamarnya, maka berilah contoh orang tua merapikan kamar, bila ingin anak bisa membersihkan rumah berilah contoh orang tua bersihkan rumah, dan seterusnya.

Langkah ketiga adalah Libatkan Anak. Setelah contoh kita berikan ajak mereka bekerja bersama dengan melibatkan mereka. Ketika kita bekerja bersama anak, orang tua dapatkan bonus berupa keakraban. Tentu orang tua tahu mana yang bisa mereka lakukan mana yang belum. Ga mungkinkan libatkan anak balita angkat meja…hehehe. Namun bila dia mau terlibat biarkan ia sekedar memegang meja yang hendak diangkat.

Salah satu penyebab orang tua enggan melibatkan anaknya adalah mereka tidak yakin bila anaknya bisa dilibatkan. Alasan lainnya bukannya membantu mereka takut melibatkan anak malah membuat kerjaan makin berantakan. Ketergesaan orang tua juga menjadi penghambat melibatkan anak, dengan melibatkan anak yang baru belajar tentu waktu yang dibutuhkan bertambah panjang.

Langkah keempat adalah beri anak kepercayaan untuk melakukan sendiri apa yang sudah kita ajarkan sambil dipantau. Beri pengawasan untuk kegiatan yang berpotensi membahayakan.  Koreksi bila salah, puji bila benar. Untuk langkah keempat ini orang tua memang perlu memberi kepercayaan anak lakukan yang telah kita ajarkan. Perkuat keyakinan dengan berikan penghargaan bila berhasil, dan beri pelajaran kembali bila belum tercapai.

Jangan pernah menolong anak melakukan sesuatu yang dia merasa mampu melakukan.

Langkah terakhir adalah memberi asupan makanan yang halal dan baik. Karena dengan makanan yang halal anak lebih mudah patuh, dengan makanan yang baik anak kan terjaga kondisi selalu dalam keadaan sehat. Tutuplah dengan do’a kesyukuran Sang Penguasa alam semesta Allah Subhanahu Wata’ala.

Sebagai pengunci, kekompakan ayah-bunda serta harmonisasi suami istri menjadi syarat manusiawi harus ada agar langkah-langkah tadi bisa terealisasi.

NB: Hal-hal kecil di rumah yang sejak awal anak harusnya sudah diajarkan lakukan sendiri: Mandi, Makan, Merapikan Kamar, Menggosok Gigi, Membuang Sampah, Mengenakan Pakaian Sendiri. Bila sampai usia sekolah masih belum bisa sendiri, intensive kan langkah-langkah di atas.


Bila masalah berlanjut, orang tua perlu bantuan Ahlinya.