Maafkan Lalu Nikmati
oleh Admin Kamis, 25 Agustus 2016 Berdamai dengan Orangtua dan Mertua
Maafkan Lalu Nikmati

Apapun kesalahan di masa lalu, apapun kegagalan di masa LAMPAU, tak ada yang melarang untuk terus tanamkan HARAPAN keSUKSESan di masa DEPAN tentunya dengan memaksimalkan usaha di masa SEKARANG.

Bilalah kehidupan ini datar, tenang, dan semua berlaku seperti yang kita mau, tentulah itu bukan sebuah kehidupan melainkan kehampaan. Hidup menjadi lebih hidup ketika yang didapat tak selamanya seperti yang kita harap. Ada dinamika usaha menabur benih untuk kemudian menuai buahnya.

 

Ketika menyemai kebaikan tentulah semua berharap akan menuai kemudahan. Tapi kehidupan kadang tak sepenuhnya seperti berladang karena ia memberi buah tak selalu berbentuk sebagaimana benih yang kita tabur di awal musim bertanam. 

 

Sang waktu menjadi guru dan penentu siapa yang bersedia belajar dari kenyataan yang belum sama dengan harapan. Kecemburuan, kemarahan, kecurigaan, kekecewaan bahkan kebencian mengaburkan mata membaca hikmahnya. Ketergesaan sebagai bentuk lain dari ketidaksabaran menjadikan hambatan juga beban yang makin memberatkan.

 

Semua jadi penyakit yang kian menghimpit karenanya banyak yang tak sanggup bangkit. Bahkan Tuhan yang pastinya Penuh Kekuatan pun diabaikan seolah telah musnah ditelan masalah.

Begitulah keluh kesah karena masalah antara kenyataan yang jauh dari harapan, apa yang dilakukan berbeda dengan apa yang didapatkan.

 

Hmm...kalau hidup sudah penuh masalah adakah indah suasana rumah? Masihkah merdu lagu rindu? Masihkah hormat pada orang-orang terdekat?

Sekarang mari sejenak duduk tenang mengenang diri yang dipenuhi warna-warni juga wangi bunga di taman hati. Bernafaslah perlahan dan dalam sambil menikmati udara yang masuk lewat tarikan nafas...relaxx...rasakan nyaman seluruh badan.

Kembalilah ke diri sendiri, berakrab-akrablah dengan fikiran sendiri. Berkomunikasilah dengan diri sendiri, jiwa yang selama ini sibuk memikirkan orang lain, peduli dengan kata orang lain. Di balik kecemasan sesungguhnya ada harapan. Di balik ketakutan sebenarnya ada kemungkinan-kemungkinan yang terabaikan.

Kembalilah pada diri sendiri, nikmati kemesraan bersama diri.
Hmm...rasakan belaian lembut memaafkan, sirami hati dengan sejuk air keikhlasan. Apa yang telah terjadi pasti tak bisa diulangi untuk dikoreksi. Namun ia dapat menjadi hikmah dan pelajaran sebagai peringatan kehati-hatian untuk masa yang akan datang.

Nyaman berteman dengan diri dan fikiran sendiri. Rasakan kesyukuran atas kenikmatan yang didapatkan. Kekecewaan atas kegagalan tak seharusnya menghilangkan kenikmatan kesehatan yang masih dirasakan.

Bahkan ketika lima indera masih bekerja, pernahkah kita ucapkan kesyukuran? Kemampuan indrawi melekat lengkap sejak dari kanak-kanak bukanlah suatu kebetulan untuk dilupakan. Jangan-jangan karena terlalu abaikan kemampuan lalu lupa mensyukurinya kita jadi sulit tingkatkan ketrampilan serta nikmati kelebihan?

Berakrab-akrablah dengan diri sendiri hingga memungkinkan kita melihat butiran debu yang melekat disengaja ataupun terpaksa. Disengaja dikarenakan kekecewaan yang terpendam melelahkan juga kemarahan yang terus bertambah-tambah. Masihkah mau terus disimpan kekecewaan yang telah menjadi beban?

Pencapaian tak seperti harapan juga menjadi awan hitam beban fikiran yang kadang 'sengaja' kita biarkan bergelantungan seperti awan. Memaafkan dan melupakan setelah hikmah didapatkan tentu menjadi penerang jalan menuju kesuksesan.

Adanya program fikiran yang dititipkan orang lain dengan 'terpaksa' kadang harus kita terima hingga mnjadi awal datangnya bencana. Orang lain tersebut bisa jadi adalah orang terdekat dengan kita. Coba periksa sikap kita adakah titipan dari mereka?   

Untuk itu bersihkan diri dari segala kotoran yang melekat. Kembalilah kepada diri jujur mengakui apa yang telah terjadi. Lalu sadari kita memiliki berlimpah potensi yang belum maksimal digali. Yuk segera bangkit berdiri hadapi hidup ini.

Mari menjadi pribadi yang penuh energi, bebas dari belenggu sakit hati juga caci maki pada diri sendiri. 

Salam #Inspirasi
dari

Coach Hasbi


_________________________________________________________________________
Ingin mendapatkan Coaching & Konsultasi seputar Keluarga follow @HasbiParenting
Ingin mengundang Coach Hasbi untuk jadi pembicara seminar & training? SMS 0813 7461 4730


Artikel lainnya dapat dibaca !

http://hasbiparenting.com/berkorban-detail-32255.html

http://hasbiparenting.com/kokohnya-bahtera-rumah-tangga-detail-5647.html


Ikuti channel youtube kami di:
www.YouTube.com/HasbiParenting