Mari Jaga Anak Remaja Kita
oleh Admin Rabu, 07 September 2016 Anak Remaja Tantangan dan Jawabannya
Mari Jaga Anak Remaja Kita

Mendapati bahwasanya kenyataan tak sama dengan harapan tak sedikit orang pernah mengalaminya. Bagaimana merespon perbedaan antara kenyataan dan harapan tersebutlah yang menjadi pembeda antara orang sukses dari orang gagal. Ada yang merespon dengan belajar dari kegagalan tersebut, namun ada juga yang kemudian duduk terdiam, terpuruk dan tak sanggup menerima kenyataan lalu mulai mencari-cari sumber kesalahan. Malangnya sebagian besar dari mereka lebih mudah melihat sumber kesalahan ada pada orang lain dan menempatkan diri sebagai korban. Pada saat kita menyebutkan kesalahan orang lain, pada saat itulah KESALAHAN kita sendiri terlihat NYATA adanya.

Ketidak sanggupan melihat diri sebagai penentu keberhasilan dalam setiap langkah usaha yang dilakukan akan semakin memperburuk keadaan. Anda yang terpuruk kan terus terbenam, anda yang tertinggal kan terus berada di belakang. Karena itu perlu langkah-langkah baru, cara pandang baru, kesadaran yang membangkitkan, keberanian menghadapi kenyataan dan segera memproklamirkan diri sebagai SUBJEK dari segala perbuatan yang pernah dilakukan.

Dalam hal pengasuhan, betapa seringnya orang tua merasa sudah melakukan banyak hal, namun kenyataan tak sama dengan harapan. Pada saat itulah dibutuhkan keberanian melihat lebih jernih lagi, mengakui lebih jujur lagi apa saja yang belum dilakukan agar kenyataan sesuai dengan harapan. Sebagai contoh, ketika menghadapi perilaku remaja yang makin hari makin mencemaskan haruslah diawali dengan kesadaran bahwa ayah-bundanyalah yang menentukan keberhasilan dalam pengasuhan. Boleh jadi orang tua telah menitipkan pendidikan mereka pada sekolah. Namun tetap saja pilihan sekolah, komunikasi dengan guru-guru pendidik, perhatian pada perkembangan pembelajaran, dan pengetahuan tentang teman pergaulan remaja menuntut kepekaan orang tua untuk terus memonitor dan mencurahkan perhatian yang maksimal lalu terlibat aktif dalam menjaga mereka agar terus berada dalam koridor kebaikan.

Bila untuk melahirkan anak bunda sedia meregang nyawa, ayah mau mempertaruhkan nama, mari lakukan hal yang sama untuk tumbuh kembang mereka. Memberi perhatian pada anak bukan saja suatu keharusan, tapi suatu kenikmatan, bukan?

Hal ini bisa dilakukan bila terus menjaga kualitas cinta pada mereka. Beri cinta yang tak bersyarat agar anak merasakan kasih sayang sehingga prestasi dan semangat belajarnya terus meningkat. Kemanakah mencari bahagia bila cinta tiada terasa? Duhai ayah bunda tak penting mencintai anak, yang lebih penting adalah membuat anak merasa dicintai.

Tak Penting Mencintai Anak, Yang Lebih Penting adalah Membuat Anak Merasa Dicintai.

Dengarkan mereka, karena mana mungkin kenakalan remaja dapat dicegah bila orang tua hanya memberi perintah dan titah itupun tak boleh dibantah. Jadikan mereka teman bukan sekedar untuk bercengkrama di lapisan luar namun komunikasi dalam, percakapan dari hati ke hati. Kenali mereka jauh lebih dalam, sehingga bisa menemukan alasan-alasan mereka tanpa harus bertanya kenapa.

Selanjutnya evaluasi perilaku orang tua, ‘Adakah karir dibangun dengan cara yang anggun atau penuh intrik saling menjatuhkan? Adakah bertambah harta makin menguatkan cinta atau pundi-pundi ekonomi keluarga diisi tak hanya dengan materi juga cara-cara tak terpuji?’ Periksa kembali bagaimana cara Anda mendapatkan rezeki. Bisa jadi perilaku anak adalah muara dari cara orang tua bekerja.

Setelah itu bangunlah keharmonisan dengan pasangan. Anak menjadi rentan ketika ia tak tahu siapa yang hendak didengarkan bila orang tua saling menyalahkan. Perhatikan komunikasi agar tak dipenuhi oleh kecemburuan, kecurigaan, dan saling menyalahkan. Keterbukaan, kejujuran, dan saling memaafkan akan menjadikan keharmonisan tak sekedar tampilan di lapisan luar.

Dan di atas itu semua terus perbaiki hubungan dengan Pemilik Alam Semesta, Dia yang Membolak-balikkan hati manusia. Sudahkah ibadah jadikan rumah kita indah? Sudahkah kitab suciNya menjadi bagian dari bacaan harian? Lakukanlah kegiatan spiritual secara bersama dan nikmati komunikasi dengan Ilahi.

Mari menjadi orang tua yang terus belajar dari setiap kenyataan yang kita dapatkan. Semakin hari mari  makin menyadari orang tualah yang bertanggung jawab menjaga anak-anak remaja agar tetap dengan perilaku yang terpuji.

Mari senantiasi mengevaluasi diri, agar harapan keluarga bahagia tak hanya sekedar angan-angan belaka, tapi kenyataan yang memang layak untuk diperjuangkan dan dipertahankan. Mari jaga anak remaja kita, karena di tangan merekalah masa depan bangsa.

Salam #Inspirasi
dari

Coach Hasbi

Untuk artike selanjutnya, Silahkan Baca : http://hasbiparenting.com/tangis-ibunda-2-detail-11978

Quote dari kicauan @HasbiParenting di twitterland.

Bila masalah keluarga tak diselesaikn dengan segera & bijaksana, alamat bahaya timbulnya malapetaka. | #InsightFamily 

Kecemburuan dibalut dengan kecurigaan jadi awal kehancuran hubungan. Terbukalah, maafkan lalu mulailah perbaiki hubungan. | #InsightFamily 


_____________________________________________________________
Undang Coach Hasbi jadi Pembicara dan Pelatih?
Hubungi 0813 7461 4730

__