Memilih Sekolah
oleh Admin Kamis, 07 Juli 2016 Sekolah Anak Tantangan dan Cara Menghadapinya
Memilih Sekolah

Fasilitas Utama yang Harus ada di Sekolah adalah Perhatian & Kasih Sayang; 

Selebihnya, pelengkap saja. 
@HasbiParenting

Sekolah adalah tempat menempa anak dalam berbagai aspek pertumbuhannya, mulai dari kognitif, afektif, juga psikomotorik. Karakter anak juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana kondisi yang ia temu dan alami di sekolah. Di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi oleh orang tua serta terbatasnya kesempatan memberikan perhatian maka memilih sekolah menjadi sgt penting dalam menentukan masa depan anak-anak.

Karena itu dapat dikatakan bahwa kesalahan dalam memilih sekolahan tidak hanya berdampak pada rusaknya karakter anak, namun juga berakibat pada kerepotan yang akan dirasakan oleh orang tua. Ketika salah memilih sekolah, anak bisa kehilangan semangat belajar, tak berprestasi, bahkan bisa rusak secara emosi. Ketika salah memilih sekolah waktu, biaya, juga tenaga akan banyak terbuang percuma.

Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih sekolah untuk anaknya.  Ada yang pertimbangkan jarak sekolah dari rumah. Ada yang pertimbangkan fasilitas yang tersedia di sekolah. Ada yang pertimbangkan nama baik sekolah – prestise. Ada yang pertimbangkan waktu belajar – full day atau setengah hari saja. Ada yg pertimbangkan biaya, guru, bahkan ada juga yang pertimbangkan adakah sahabat atau kerabat yang anaknya sekolah di tempat yang sama.

Tak banyak orang tua yang menjadikan bakat anak sebagai bahan pertimbangan dalam memilih sekolah. Bisa jadi karena kuatnya pertimbangan yang sebelumnya: jarak, biaya, prestise, waktu belajar, guru, kerabat, dll, sehingga orang tua mengabaikan ANAK. Atau bisa jadi karena memang belum mengenal bakat anaknya, sehingga tak terfikir untuk dijadikan pertimbangan. Bahkan bisa jadi karena orang tua tersebut menganggap anak-anak masih kanak-kanak yang tak punya kehendak.

Ketika bakat anak tak jadi pertimbangan banyak kekecewaan yang akan dirasakan. Ada anak yang tak lagi mau bicara pada kedua orang tua karena merasa sekolahnya tak sesuai dengan yang diharapkannya. Ada anak yang sengaja bikin masalah demi menunjukkan ketidaksukaannya pada sekolahan yang dipilihkan buat mereka. Ada juga yang terlibat kenakalan sebagao jalan untuk menunjukkan perlawanan atas ketidakberdayaan. Beberapa anak bahkan kehilangan potensi diri karena sekolah tak sesuai dengan bakat alami yang mereka miliki.

Kasus-kasus tersebut di atas seharusnya menjadi pengingat sekaligus penguat bagi orang tua untuk lebih mengenal anaknya lalu jadikan bakatnya sebagai pertimbangan dalam memilih sekolah. Jangan tergiur fasilitas yang berkelas bila memang tak membuat anak kita makin cerdas. Hal ini disebabkan karena fasilitas canggih tak otomatis antarkan anak kepada perkembangan maksimal bila fasilitas tersebut tidak diminati oleh anak atau justru sekolah tidak maksimal memanfaatkannya. Ada juga sekolah yang hanya menjadikan fasilitas laksana mercusuar alat jualan, karena memang jarang dipakai atau malah tak pernah dipergunakan.

Jangan terlena dengan waktu belajarnya yang sampai senja, sementara waktu kita tersedia untuk lebih lama membersamai mereka.  Kalau memang waktu kita ada untuk lebih lama bersama anak-anak apalagi bila kita memiliki kemampuan untuk mengajari mereka di rumah maka tak perlu menyekolahkan anak di full day school apalagi diasramakan.

Jangan terpedaya nama besar yayasan atau lembaga pendidikan, bila kemudian anak kita diabaikan karena banyaknya anak asuhan.  Ada beberapa sekolah yang lalai, hingga abai dalam peningkatan qualitas pendidikan disaat jumlah siswa bertambah.

Maka dari itu segera cari tahu apa bakat anak terlebih dahulu, sebelum putuskan sekolah mana yg hendak dituju. Orang tua sangat perlu berhati-hati dalam memilih sekolah. Reputasi sekolah boleh jadi pertimbangan, tapi tetap saja bakat anak jadi penentu pilihan. Karena sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu memberikan pelayanan dan proses pendidikan yang memberdayakan potensi anak didik.

Selamat memilih sekolah yang memaksimalkan tumbuh kembang potensi anak, bila sudah terlanjur memasukkan anak, ingatlah bahwasanya tanggung jawab pendidikan anak sepenuhnya ada di tangan orang tua dan bila kita titipkan tanggung jawab tersebut kepada Bapak/Ibu guru hal ini tak menghilangkan tugas utama orang tua sebagai pendidik ananda.

Salam #Inspirasi
dari

Coach Hasbi

Untuk Artikel Selanjutnya, Silahkan Baca : http://hasbiparenting.com/raportmu-bukan-nilaimu-detail-8322

Ikuti channel youtube kami di:
www.YouTube.com/HasbiParenting

_____________________________________________________
Ingin Undang jadi Pembicara & Pelatih?
Hubungi: 081374614730