Nomophobia dan Dampaknya
oleh Admin Selasa, 20 November 2018 Harmony for Productivity
Nomophobia dan Dampaknya

Perkembangan teknologi komunikasi telah mendorong banyak perubahan dalam cara manusia berinteraksi dan melakukan aktifitas kesehariannya.

Hidup jadi lebih mudah, lebih indah, lebih cepat, lebih nyaman, dan ada banyak lagi kelebihan yang diperoleh. Bagi sebagian yang lain bahkan meningkatkan kesejahteraan mereka secara ekonomi.

Di balik sekian banyak manfaat yang didapat, ternyata ada ancaman yang mengintai dan sudah mulai menjadi kekhawatiran banyak pihak terutama orang tua, pendidik, dan pemerhati pengembangan diri. Kecemasan yang berlebihan, pola perilaku yang mulai terganggu, orientasi hidup yang tak lagi terarah, mudahnya masyarakat terprovokasi ketika terpapar agitasi tanpa narasi - adalah beberapa dari sekian banyak fenomena yang ada sebagai dampak dari kemudahan mengakses informasi lewat alat komunikasi terutama smartphone.

img-1542709307.jpg


Sebuah survey yang dilakukan Kantor Post Inggris (UK Post Office) di tahun 2008 mengungkapkan bahwa 53% pengguna telpon seluler di Inggris merasa cemas ketika mereka kehilangan hape, kehabisan batere atau pulsa, atau kehilangan sinyal telpon. Dari 2.163 orang yang disurvey mengalami phobia (58% laki-laki dan 47% perempuan) dan 9%nya merasakan stress ketika hape mereka mati. Dari kondisi ini, muncullah istilah "NOMOPHOBIA" (no-mobile-phone phobia) sebagai kondisi ketakutan yang berkenaan dengan ketiadaan (akses) telepon pintar.

Studi mengenai nomophobia kemudian mengungkapkan beragam gejala lain selain kecemasan dan was-was yang muncul, antara lain citra diri yang negatif, kurang percaya diri, dorongan yang begitu besar dan keinginan yang begitu kuat untuk segera mengakses, terganggunya fokus dalam bekerja, terganggunya tingkat kepuasan hidup, menurunnya nilai ujian sekolah/kuliah anak, terganggunya semangat mengerjakan tugas, terganggunya kehadiran di sekolah/kuliah, dan tekanan bathin lainnya.

Inilah bentuk paradoks dari tekhnologi informasi yang kita manfaatkan saat ini: sebuah kenikmatan yang meyengsarakan. Atau boleh juga dikatakan sebuah kemudahan yang mempersulit.

Apapun itu, dibutuhkan orang yang smart untuk bisa memaksimalkan pemanfaatan smartphone. The man behind the gun-lah yang menentukan kebermanfaatan dari suatu alat yang dikembangkan dan diciptakan sebagai hasil karya kecerdasan manusia.

img-1542786827.jpg

Semoga kita semua menjadikan tekhnologi yang terus berkembang ini sebagai alat untuk terus maju dan bertumbuh.
Mari manfaatkan kemajuan ini untuk terus menjaga keharmonisan dan produktifitas team dan keluarga di rumah.

Selamat bertumbuh...
Selamat menjalin keharmonisan dalam kemajuan...

Salam #Inspirasi

Artikel menariknya dapat dibaca!

http://hasbiparenting.com/self-leadership-with-nlp-detail-406507.html


Ikuti channel youtube kami di:
www.YouTube.com/HasbiParenting