Orang Tua Egois
oleh Admin Jum'at, 29 Juli 2016 Berdamai Dengan Anak
Orang Tua Egois

Pernah mendengar keluhan?

Pernah memperhatikan binatang yang malah menyiksa bayi?

Pernah membaca curhatan membaca: “Anakku adalah ujian terberat dalam hidupku”?

Atau jangan-jangan Ayah / Bunda sendiri pernah kesulitan mendapatkan perhatian dari ananda tercinta; padahal sudah berusaha mencintainya sepenuh jiwa raga?

Orangtua yang disetujui ...
Pertanyaan-pertanyaan di atas muncul karena sudah jamak kita temukan di tengah-tengah masyarakat atau sebaliknya di tengah-tengah keluarga sendiri fenomena yang dihilangkan dan sebaliknya anak pun diterima. Kenapa suasana seperti ini bisa terjadi?

Hampir di SEMUA Kelas  # Parenting  Yang Saya bawakan Baik ITU seminar Yang berdurasi Satu Sampai Tiga jam atau persiapan untuk Satu Sampai doa hari, disetujui berikut Penyanyi Tampil untuk meninjau mengajak Orangtua berfikir: "Tak Penting Mencintai Anak, Reseller Penting MEMBUAT Anak-anak Dicintai".

Setelah terdiam beberapa saat, partisipan biasanya bertanya apa yang diminta dari yang tersebut. Agar tak salah mengerti makna dan pesan yang perlu saya lanjutkan dengan penjelasan yang sering disampaikan orang tua baik yang diberikan atau pun tanpa disengaja sulit dipahami dalam rasa cinta.

Duhai Ayah-Bunda ...
Cinta pada ananda sudah ada pada diri orang tua jauh sebelum anak-kambing lahir ke atas dunia. Saat memilih calon ibu / ayah buatlah awal mula benih cinta dulu. Seburuk apa pun laku seorang pria dewasa, dia tetap memilih pasangan hidup yang baik dan bisa membawakan budi pekerti yang mendukungnya. Betul begitu kan? 

Lalu, cinta itu jualah yang membuat calon ibu sedia bahkan berhasil membawa janin dalam rahimnya kemana saja ia melangkahkan kesenangan. Berat beban raga tak dirasa, berkurang nyaman badan pun tak (terlalu) dihiraukan. Yang ada hanya perasaan gembira dan bangga lupa tuk berkeluh kesah. Bukankah begitu wahai Ibunda ..?

Tak kalah serunya dilakoni oleh para calon ayah ...
Ia bekerja sekuat tenaga, banting tulang peras keringat tiada terkira. Tak masalah jika siang dilakukan malam hari, malam laksana siang. Lahir bathin tahan prihatin. Semoga tak segitu parah yang dijalani para ayah yang sedang membaca catatan ini.

Yah ...
Begitulah cinta itu ada di dada setiap dikumpulkan. Karenanya tak penting lagi menyibukkan diri pada buah hati karena sejatinya ia sudah melekat pada diri setiap orang tua.

Wahai orang tua ...
Sekejam-kejamnya harimau tak pernah dengar ia memangsa kambing. Tapi manusia ... karena cinta yang tak terarah, ia bisa mengubah rasa ingin mengayomi tanpa arah, ingin mempertahankan anak tetap suci, ingin ini ... ingin itu ... dan ingin yang lain yang bisa membantu karena ingin orang tua sendiri untuk membuktikan cintanya; Mereka lupa memprioritaskan rasa yang ada pada ekor.  Mereka menjadi orang tua yang egois, hanya tinggal pada dirinya sendiri saja.

Hampir pernah kita membaca berita tentang menghabisi nyawa karena takut buah-buahan ternoda oleh dunia yang semakin lama.
Memang pernah kita mendengarkan bayi ditinggal karena ingin bernyanyi ikut aib orang tuanya yang berzina.
Atau bagaimana anak-anak berhasil agar tidak keluar bermain bersama teman-teman karena orang tua teramat cemas jika orang tercemar dan fikirannya oleh lingkungan yang tidak lagi steril.

Banyak pula kisah nyata yang kita baca, bagaimana anak-anak menerima ijaza S2 dan dokter spesialisnya bagi orang tua lalu memilih berkarir di bidang lain yang sama sekali baru disitulah minat dan bakatnya melekat.

Nah ... disinilah kemudian diambil anak tak lagi penting, sebaliknya yang sangat² penting adalah orang tua yang baru saja berhasil diselesaikan gagal dicinta. Membahas pengaduan, menyiksa anak, dan mengajukan pengaduan lainnya tidak perlu muncul karena ananda memutuskan membuat hati dan fikiran orangtuanya.

Bagaimana membuat anak pantas dicintai? Itulah inti pelajaran yang harus diterima dan dikuasai melalui pembelajaran setiap hari.

Karena itu ...
Yuk Terus Belajar.

Sebagai penutup artikel ini, jika ingin serius buat anak-anak dicintai; jawablah pertanyaan di bawah ini tidak hanya leawat kata-kata tapi lewat tindakan nyata.
Buku #Parenting apa yang pernah dibaca?
Kelas #Parenting apa yang pernah diikuti?

Salam  # Inspirasi
Dari

Pelatih Hasbi


______________________________________________________
Ingin undang-undang Pelatih Hasbi untuk seminar dan pertemuan?
Hubungi: 0813 7461 4730 
atau
Email: hasbiparenting@gmail.com

Artikel Menarik Lainnya Silakan Baca:  http://hasbiparenting.com/ananda-di-dua-dunia-detail-8245


Ikuti saluran youtube kami di:
www.YouTube.com/HasbiParenting