Pembiaran Adalah Pembenaran
oleh Admin Rabu, 27 Juli 2016 Anak Remaja Tantangan dan Jawabannya
Pembiaran Adalah Pembenaran

Selepas acara halal bihalal lintas komunitas, seorang anak muda yang peduli dengan kampungnya datang memghampiri sambil membuat gambar dan video yang berhasil ia rekam berisi pertunjukan pengumpulan kembali anak SMP.

Acara reuni tapi hanya dihadiri tak lebih dari 30 orang remaja dan membawakan hiburan orgen tunggal.

Video dan gambar yang ia tunjukkan membuat ia miris dan bersedih hati. Bagaimana bisa seorang anak belia dengan nikmatnya menenggak minuman keras sambil merokok. Dalam adegan yang lain diputar dengan gerakan yang dipertanyakan yang ditonton remaja putra-putri mengikuti iringan musik dari orgen dalam acara yang sama.

Lalu pemuda ini bercerita tentang upayanya membuat program agar dapat menyadarkan banyak pihak tentang pemuda-pemudi di kampungnya terlena dalam hedonisme yang sia-sia. Namun ia kecewa karena tak banyak yang meresponsnya. Bahkan banyak yang tidak mempedulikannya walau ia terus berusaha memastikan program yang ia buat tiada membiayai pihak manapun dari segi anggaran dan sumber daya. 

Ia sudah mendatangi guru-guru, diundang, juga ninik mamak. Ternyata tetap saja tak banyak yang mendukungnya. Dengan setengah putus asa dia bertanya, "Bagaimana mereka bisa meminta persyaratan yang ada?". Lalu ia bertanya apa lagi yang perlu dan harus ia lakukan.

Orangtua yang terhormat ...
Kita boleh marah; boleh pula gerah melihat kondisi yang ada. Apalagi jika diceritakan di atas kita lihat sendiri. 

Beda orang beda respons yang diberikan. 

Sebagai pendidik dan orang tua, tentu saja saya kecewa. Menanggapi apa yang dilakukan oleh pemuda tadi, ada beberapa hal yang saya sampaikan sebagai langkah alternatif yang perlu diambilnya. 

Pertama, Kondisi yang ada saat ini adalah hasil dari apa yang dilakukan oleh orang tua selama ini. Jika diizinkan dari proses asuhan dan pendidikan orang tua dan sekolah, maka pengertian anak yang muncul adalah produknya. Maka untuk memperbaiki kondisi yang perlu langkah mendasar adalah orang tua. Mari kita bahas pengetahuan mereka tentang pengasuhan anak juga tentang tantangan zaman saat ini. Terkait pula dengan tingkat kesejahteraan mereka, dan yang lebih penting lagi tingkat atas ketaatan mereka dalam hal kemudahan-manfaat yang diperintahkan oleh agama.

Kedua, fokus pada remaja-remaja yang belum terkontaminasi dan memiliki semangat untuk memperbaiki diri. Bila ingin membuat kegiatan fokuslah pada kelompok ini. 

Ketiga, hindari melabelkan mereka yang berperilaku menyimpang karena bisa membuat mereka juga menjadi korban. Ketika langkah kedua dijalankan dengan maksimal, mereka yang terlanjur tercakup dalam bahasa Inggris bisa terbawa ke arah perbaikan.


Semoga semakin banyak yang peduli, semakin banyak yang mau bekerja.


Artikel Selanjutnya, Silakan Baca  http://hasbiparenting.com/tangis-ibunda-detail-11977


Ikuti saluran youtube kami di:
www.YouTube.com/HasbiParenting



Salam #Inspirasi

Pelatih Hasbi


Undang jadi pembicara & konsultasi seputar keluarga? Hubungi 0813 7461 4730