Pengasuhan dalam Ketaqwaan - Formasi Paripurna dalam Pendidikan
oleh Admin Jum'at, 08 Juli 2022 Tips Mendidik Anak
Pengasuhan dalam Ketaqwaan - Formasi Paripurna dalam Pendidikan

Hari Raya Qurban atau Hari Raya Idul Adha setiap tahun dirayakan dengan gempita. Sebagian besar orang tersedot perhatiannya dengan menghitung angka hewan qurban di tiap masjid atau mushalla. Fokus umat tertancap pada penyembelihan dan pendistribusian daging sekali setahun.

Tak banyak yang benar-benar mengambil pelajaran dari satu keluarga dengan ayah yang jauh dari anaknya tapi tetap berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang shaleh. Tentang seorang ibu yang ditinggal oleh suami dengan amanah seorang anak kecil di tengah padang pasir yang tak mudah untuk mendapatkan air. 

Perayaan Idul Adha sudah semestinya juga menjadi perayaan hari keluarga.
Mengevaluasi pola pengasuhan dalam rumah tangga selama ini, sudahkah ada ketaqwaan di dalamnya.

Tanpa ketaqwaan - patuh hanya pada perintah Allah Tuhan sekalian alam - takkan mungkin seorang ayah sanggup berpisah dengan anak yang sudah lama dinanti kehadirannya. Tanpa ketaqwaan, sungguh tidak mudah bagi seorang suami meninggalkan istri sendiri bersama sang bayi yang belum bisa berdiri apalagi berlari.

Dengan bermodalkan taqwa sang ayah - Nabi Ibrahim alaihi salam - memilih pasangan hidup yang kelak menjadi ibu yang baik bagi anaknya.
Dengan bermodalkan ketaqwaan - sang ayah menjaga perilakunya saat jauh dari anak istri tercinta.
Dengan bermodalkan ketaqwaan - sang ibu - Siti Hajar berhasil mendidik anak lelakinya di padang pasir nan gersang.

Bilamana kita bersungguh-sungguh ingin mendapatkan keturunan yang baik - sholeh dan sholehah - maka syarat utamanya adalah ketaqwaan orangtua.

Semoga kita bisa mendalami kisah Nabi Mulya Ibrahim alaihi salam sebagai cerminan dalam mengasuh anak keturunan.

Selamat merayakan Idul Adha - selamat berhari raya...

Salam Inspirasi

Coach Hasbi