Spirit Melayani: Syarat Harmonisasi
oleh Admin Senin, 11 Juli 2016 Berdamai dengan Pasangan
Spirit Melayani: Syarat Harmonisasi

Dari sekian banyak tips menjaga hubungan, salah satu kunci utama dalam menjaga dan mempertahankannya adalah semangat melayani. Komunikasi yang baik perlu didukung dengan semangat melayani. Hubungan antar sesama anggota keluarga, sesama rekan kerja juga antara warga Negara amat tergantung dengan spirit melayani. 

Keretakan rumah tangga berawal dari berkurangnya semangat melayani. Ketika suami-istri mulai merasa tak lagi diberi atensi, maka spirit melayani menjadi jauh dari dalam diri. Ketika suami-istri merasa diri paling banyak menjalankan fungsi. Jangan abaikan peran pasangan demi tunjukkan kita lah yang paling banyak menjalankan beban rumah tangga.

Kenapa bisa terjadi? Pertama perhatian bercabang dan tak bisa memberi perhatian pada yang diprioritaskan. Ketika profesi meminta atensi lebih, dan target kerja pun semakin menuntut; jamak terjadi pasangan suami-istri lupa memberi perhatian. Ketika suami-istri merasa pasangannya tak lagi memberi atensi justru masing-masing makin menjadi-jadi menuntut dilayani.

Hal lain yang mengurangi semangat melayani adalah lemahnya spiritualitas. Kesibukan menjalani aktifitas harian melupakan orang untuk berhenti sejenak, lalu kembali ke dalam diri menata hati agar kembali terisi spiritualitas. Ketika spiritual sedang di level minimal, emosional pun menjadi tak normal, sehingga komunikasi dan semangat melayani antara suami-istri menjadi tak harmonis lagi.

Agar tak berbeda antara apa yang ditemui dengan yang menjadi ekspektasi segeralah perbaiki diri lalu perbarui spirit melayani. Tak hanya kunci harmonisasi suami-istri, spirit melayani menjadi kunci edukasi putra-putri menjadi pribadi mandiri.

Lepaskan egomu, tanggalkan pakaian kebesaranmu. Jadilah bagian dalam rumah tanggamu. Maka spirit melayani mudah dilakoni. Anda bisa menjadi apa saja di luar sana, namun ketika berada di tengah keluarga mainkanlah peran utama anda sebagai orang tua buat anak-anak tercinta, suami/istri yang menghargai pasangan.

Perhatikan kesyukuran yang diungkapkan, jangan-jangan kita abaikan kenikmatan yang berkelimpahan. Dengan menyadari banyaknya nikmat yang dimiliki, lalu mensyukurinya, maka spirit melayani mudah dibangkitkan kembali. Fokus pada apa yang dimiliki untuk disyukuri. Bolehlah kita bermimpi memiliki yang belum dipunyai tapi setidaknya awali dengan mensyukuri yang ada di tangan saat ini.

Segera sadari kesibukan hari-hari lalu perbaiki spiritualitas diri, agar spirit melayani selalu terbaharui. Perhatikan berapa banyak waktu yang anda sediakan buat keluarga tercinta. Sekali waktu tanyakan buat siapa kesibukan anda lakukan bila kemudian tak membawa kenyamanan buat anggota keluarga.

Selalulah evaluasi diri, agar spirit melayani menjadi philosopi diri. InsyaAllah anda akan dapatkan keluarga yang tidak hanya sehat sejahtera bahkan juga keluarga yang bahagia. Memiliki kebiasaan yang baik itu penting, tapi lebih penting membiasakan yang baik-baik. Evaluasi bisa menjadi cermin pencapaian sekaligus refleksi perjalanan.

Kesalahan dibiarkan dan dibiasakan suatu saat menjadi kebenaran. Jadilah orang tua yang berilmu buat anak-anak dan jadilah pasangan yang penuh dengan kasih sayang penuh perhatian buat suami/istri.

Mudah untuk memahami tulisan di artikel ini, dan mari mulai mempraktekkannya sehingga mudah juga untuk memahami pasangan sendiri.

Salam #Inspirasi
dari

Coach Hasbi

Untuk Artikel Selanjutnya, Silahkan Baca http://hasbiparenting.com/kunci-keharmonisan-detail-15729

____________________________________________________________________________
Ingin Mengundang untuk jadi Pembicara Seminar & Konsultasi Keluarga?
Hubungi 0813 7461 4730


Artikel lainnya dapat dibaca!

http://hasbiparenting.com/harapan-di-ujung-kenyataan-detail-5314.html


Ikuti channel youtube kami di:
www.YouTube.com/HasbiParenting