Tangis Ibunda
oleh Admin Kamis, 19 November 2015 Anak Remaja Tantangan dan Jawabannya
Tangis Ibunda

[Tulisan # 1 dari 2]

Bolehkah saya curhat? Begitu tanya seorang ibu di ujung telpon sambil terisak. Tanpa menunggu jawaban, si ibu langsung menjelaskan situasi sedang dia hadapi. Sebuah ujian kesabaran yang tak semua orang tua sanggup menghadiri - begitulah ia mengkategorikan kondisinya.

Beragam bumbu cerita ia sampaikan tentu saja dengan aroma ketidakkayaan sekaligus kecemburuan terhadap orang tua lain yang terlihat nyaman-nyaman saja membesarkan keturunan.
Begini kisah domba. Dari tiga orang kambing, yang sulit adalah yang nomer dua. Dari kecil ia memecahkan sindrom telat wicara. Di usia lima tahun baru ia bisa berbicara normal. Saat ini dia sudah duduk di kelas akhir sekolah menengah dan sampai di titik ini semua teman, kenalan termasuk guru-guru berbicara tentang salut kepada sang ibu bisa tahan membesarkan perbudakan.

Ada apa dengan ekor?
Anaknya pemarah sekali, mudah mengamuk, dan jika mengamuk pun ada yang ada di hadapannya akan dijadikan media penyaluran kemenangannya. Tak benda, hewan, orangpun akan jadi sasarannya. Hal ini terjadi sudah sejak dia masuk sekolah. Pantang disindir, tak mau diremehkan.
Demikian deskripsi anak yang disampaikan oleh si ibu. Terima kasih ibu ini. Dia memiliki cita-cita dan kemauan untuk menggapai cita-citanya tersebut. Secara inteligensia yang ditentukan dari rangking di kelasnya ia termasuk menengah ke atas - termasuk rangking 10 besar di kelas.

Sampai pada titik penggambaran berlebihan yang diperlukan ibu berangsur berubah dari kesedihan ke kebanggaan. Sampai ia lupa tangisan di awal percakapan.
Lalu kutanya ...
Jadi apa yang ibu inginkan?
Disini dia teringat kembali awal kesedihan yang mendorong ia menghubungi seseorang untuk mencurahkan beban yang dia rasakan agar mendapat persetujuan.
Si ibu lalu mengatakan - saya tidak ingin anak saya jadi anak nakal, anak yang mudah marah, anak yang mudah tersinggung, mudah mengamuk. Tentang juga Main anak saya bukan main game. Pernah saya katakan ke dia kalau game itu adalah syetan dan saya katakan ke dia jangan main game nanti ketagihan.

Itulah keluhan yang disampaikan oleh si ibu dari ujung telepon. Adakah diantara Ayah / Bunda yang sedang membaca artikel ini? Kalau pun tidak sama pasti ada kemiripanlah.
Bila dicari adalah iya maka mari kita mulai mencari jalan keluarnya. Fenomena Bilamana itu muncul dan tidak segera dipindahkan - maka ia bisa menjadi jalan untuk mengalihkan perhatian. Dan ingat jika pun tak muncul di hari tertentu, di waktu tertentu, di periode tertentu - bukan berarti ia benar-benar selesai. Ibarat gunung berapi, saat iya tidak batuk atau tidak mengeluarkan 'kegaduhannya' tak berarti dia tidak berbahaya. Yang terjadi adalah ia menyimpan energi yang dikeluarkan membawa lebih banyak lagi.

Jadi, mari temukan solusinya.

_________________________________________________________________________
Ingin Undang Pelatih Hasbi sehingga Pembicara dan Pelatih dalam Pelatihan?
Hubungi 0813 7461 4730 atau email ke hasbiparenting@gmail.com



Untuk menarik lainnya , Silakan Baca:


http://hasbiparenting.com/pembiaran-adalah-pembenaran-detail-5583


Ikuti channel youtube kami di:
www.YouTube.com/HasbiParenting