Tentang Cara Mendidik
oleh Admin Selasa, 07 Juli 2015 Sekolah Anak Tantangan dan Cara Menghadapinya
Tentang Cara Mendidik

Seorang teman sesama penulis buku pernah mengatakan bahwa “Tidak semua Guru adalah Orang Tua (parents) tapi semua orang tua adalah GURU.” Sebuah pernyataan yang disarikan dari pengalaman dan pengamatan fenomena sehari-hari. Bahwa sesungguhnya para orang tua adalah guru yang mengajar anak dengan cara tertentu.

Kita tidak memisahkan apakah yang dimaksud orang tua disini adalah ibu atau ayah, keduanya pada level tertentu memiliki peran yang sama dalam mendidik anak. Tak perlu pula menunjukkan siapa yang lebih berperan, mari berfokus pada sebuah sinergi dari keduanyalah yang menjadikan pendidikan anak di rumah berjalan dengan baik. Tanpa kerjasama keduanya maka peran pendidikan yang dimainkan oleh orang tua menjadi tak bernilai.

Dengan pemahaman bahwasanya orang tua memiliki peran sebagai guru, dapat dikatakan bahwa kemampuan mereka dalam mendidik anak terbagi menjadi dua ekstrim. Yaitu cara mendidik anak Sengaja (Consciously) dan Tidak Sengaja (Unconsciously). Yang pertama disadari sementara yang kedua tak disadari.

Kedua pendekatan ini terjadi di hampir semua rumah tangga secara bersamaan. Beberapa rumah tanggayang memahami pentingnya pendidikan dan pembentukan generasi masa depan cenderung lebih banyak mendidik anak secara sadar. Sementara keluarga yang lain lebih banyak tak menyadari pendidikan apa saja yang mereka telah berikan kepada generasi masa depan mereka di luar pendidikan formal. Dan pendekatan yang kedua ini terjadi tidak ditentukan oleh tingkat pendidikan orang tua, tingkat kesejah teraan keluarga, ataupun lokasi tempat tinggal mereka.

Pendidikan anak yang sengaja disamping dilakukan dengan pendidikan di sekolah formal, juga berupa pengajaran-pengajaran moral yang terencana dan terancang dilakukan oleh orang tua sendiri maupun oleh pihak lain yang dipercaya oleh orang tua. Ada orang tua yang mengirimkan anaknya ke tempat ibadah untuk mendapatkan penguatan keimanan, ada yang mengirimnya ke tempat kursus, pelatihan ataupun les-les luar sekoah. Walaupun belum semua orang tua memilih bentuk pendidikan anak ini sesuai dengan bakat anak mereka, setidaknya pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab akan kemajuan pembelajaran anak.

Adapun pendidikan anak yang tak disengaja adalah tingkah pola laku orang tua dan ‘orang lain’ yang berpotensi ditiru oleh anak. Pada saat ini orang lain yang kita maksud tidak saja yang secara fisik hadir di tengah keluarga seperti kakek-nenek, om – tante, atau pun si mbak yang membantu di rumah, juga sopir bila ada. Orang lain yang dimaksud disini bisa juga termasuk mereka yang tidak hadir secara fisik tapi secara visual dan auditory terlihat dan terdengar, bisa lewat tv ataupun radio, juga dari dunia maya lainnya seperti internet dan gadget yang ada di dalam rumah keluarga modern.

Berita baiknya saat ini mulai muncul kesadaran orang tua akan pentingnya menjaga anak-anak mereka dari pengaruh pendidikan yang tak disengaja tadi. Namun berita buruknya masih banyak orang tua yang membiarkan anak-anak mereka dididik dengan cara yang tak  sengaja tadi. Orang tua lalai memberikan contoh perilaku yang layak ditiru, mereka juga lalai memperlakukan anak dengan lebih mendahulukan cinta dan perhatian kasih sayang. Pun orang tua lupa untuk meninggalkan kebiasaan berlama-lama di depan layar kaca padahal di sana banyak cerita yang belum bisa dicerna oleh anak remaja apalagi balita.


Salam #Inspirasi

dari

Coach Hasbi 

Untuk Artikel Selanjutnya, Silahkan Baca : http://hasbiparenting.com/raportmu-bukan-nilaimu-detail-8322

Quote dari Kicauan @HasbiParenting di twitterland.

1/5. Cara ortu mendidik anak: Sengaja & Tidak Sengaja. | Yg pertama disadari yg kedua tak disadari. #CaraDidik

2/5. #CaraDidik yg disengaja saja kadang hasilnya bikin kecewa, bagaimana dengan yg tidak disengaja. | Sadarkah anda orang tua?

3/5. #CaraDidik yg disengaja melibatkan org2 yg kita kenal bahkan kita minta, yg tidak disengaja bisa libatkan siapa saja. | Waspadalah!

4/5. #CaraDidik yg disengaja bentuknya bisa terencana bahkan ada silabusnya juga ada target capaiannya,yg tdk disengaja seringkali acak.

5/5. Ortu memiliki kebebasan memilih #CaraDidik anaknya. | Sgt ditentukan o/ seberapa luas pengetahuan 'parenting' mereka.

5/5a. Milikilah buku2 yg menambah wawasan parenting anda, sehingga tumbuh kembang anak ada dlm #CaraDidik yg disengaja.

5/5b. Anda tak bisa beralibi bahwa anda tdk tahu, karna sesungguhx pgtahuan parenting trsedia di skitar kita. | Pilih #CaraDidik trbaik.

5/5c. Milikilah buku yg ditulis brdasarkan pengalaman di lapangan sbgimana buku "Memenangkan (kembali) Hati Anak" | #MHA #CaraDidik trbaik.


____________________________________________
Undang jadi Pembicara & Pelatih?
Hubungi 0813 7461 4730